HUMOR
21.36 | Posted by Unknown
DOSEN YANG PEJABAT
Alex : Saya heran dosen ilmu politik, kalau ngajar selalu duduk, tidak pernah mau berdiri.
Toni : Ah, gitu aja diperhatiin sih ... Lex.
Alex : Ya, elo tahu nggak sebabnya Ton?
Toni : Barangkali aja capek, atau kakinya gak kuat berdiri.
Alex : Bukan itu sebabnya Ton, sebab dia juga seorang pejabat pemerintah.
Toni : Lho, apa hubungannya Lex antara duduk dan pejabat pemerintah?
Alex : Ya kalau dia berdiri, takut kursinya diduduki orang lain.
Toni : Akh elo ... ada-ada aja ...
JURAGAN KIKIR
Seorang juragan yang kikir menyuruh pembantunya untuk membawa piring kosong dan membeli nasi rawon di warung sebelah rumahnya. Maka si pembantu meminta uang Rp 10.000 buat beli nasi rawonnya. Si juragan dengan marah berkata, "Tolonglah kali ini beli nasi rawon tanpa uang, sebab sudah kebiasaan membeli pake uang." Dengan rasa bingung si pembantu menuju ke warung sebelah dan sesampainya di sana diceritakannyalah semua kejadian itu. Kemudian pemilik warung menasihati pembantu tersebut. Akhirnya ia kembali ke rumah majikannya. Sesampainya di rumah, juragan terkejut dan berkata, "Lho mana nasi rawonnya, ini kok cuma piring kosong?" Si pembantu menjawab, "Tolonglah untuk kali ini makan tanpa nasi dan lauk sebab sudah jadi kebiasaan makan menggunakan nasi dan lauk."
Alex : Saya heran dosen ilmu politik, kalau ngajar selalu duduk, tidak pernah mau berdiri.
Toni : Ah, gitu aja diperhatiin sih ... Lex.
Alex : Ya, elo tahu nggak sebabnya Ton?
Toni : Barangkali aja capek, atau kakinya gak kuat berdiri.
Alex : Bukan itu sebabnya Ton, sebab dia juga seorang pejabat pemerintah.
Toni : Lho, apa hubungannya Lex antara duduk dan pejabat pemerintah?
Alex : Ya kalau dia berdiri, takut kursinya diduduki orang lain.
Toni : Akh elo ... ada-ada aja ...
JURAGAN KIKIR
Seorang juragan yang kikir menyuruh pembantunya untuk membawa piring kosong dan membeli nasi rawon di warung sebelah rumahnya. Maka si pembantu meminta uang Rp 10.000 buat beli nasi rawonnya. Si juragan dengan marah berkata, "Tolonglah kali ini beli nasi rawon tanpa uang, sebab sudah kebiasaan membeli pake uang." Dengan rasa bingung si pembantu menuju ke warung sebelah dan sesampainya di sana diceritakannyalah semua kejadian itu. Kemudian pemilik warung menasihati pembantu tersebut. Akhirnya ia kembali ke rumah majikannya. Sesampainya di rumah, juragan terkejut dan berkata, "Lho mana nasi rawonnya, ini kok cuma piring kosong?" Si pembantu menjawab, "Tolonglah untuk kali ini makan tanpa nasi dan lauk sebab sudah jadi kebiasaan makan menggunakan nasi dan lauk."
Allah Itu Pemberi Maka Mintalah KepadaNya :)
09.51 | Posted by Unknown
"Pemberi- yaitu kecenderungan untuk memenuhi kebutuhan mereka yang bergantung kepadanya. Allah sendiri yang mengetahui dan memiliki kesanggupan untuk memenuhi segala kebutuhan manusia."
Definisi tentang Allah yang adalah Pemberi ini aku dapatkan saat mengikuti Retreat Pemulihan, tema sesi pada saat itu adalah 'Mengenal Hati Bapa'.
Kali ini aku akan menceritakan pengalamanku dengan Tuhan, tentang bagaimana aku mengalami sifat pemberi Nya, bagaimana aku mengalami jaminan jawaban doa Nya, dan bagaimana aku mengalami pemenuhan kebutuhan dariNya.
Saat itu aku membutuhkan buku folio untuk menulis Rencana Hidup Murid(RHM), aku mendoakan itu kepada Tuhan. Aku tau untuk sebuah buku folio harganya tidaklah mahal, namun ketika aku memiliki uang, selalu saja ada hal yang lebih mendesak atau yang lebih penting dari sekedar buku folio, karena aku berpikir bahwa aku masih bisa menulis RHMku di kertas folio atau di buku tulis biasa. Ya, aku mulai membuat RHMku di selembar kertas folio dan menyimpannya, tapi aku tidak membuatnya dengan sungguh-sungguh, tidak mengevaluasi RHMku, dan akhirnya RHMku hilang. Sungguh aku menyadari kemalasanku ini, dan merasa bersalah pada Tuhan. Tuhan sangat sering menegurku lewat saat teduhku, Ia mau supaya aku mulai membuat RHMku lagi dengan sungguh-sungguh, dan aku pun mengambil penerapan untuk membuat RHM dengan lebih sungguh-sungguh. Tapi, lagi-lagi karena kemalasanku, aku menunda-nunda untuk melakukan penerapanku ini. Sampai pada waktu yang cukup lama dan aku masih belum membuat RHMku, Tuhan memberiku jawaban dari doaku yang sudah lama aku doakan dan sudah lama juga tidak ku doakan lagi, Dia memberiku buku folio tanpa aku harus membelinya. Aku mendapatkannya dari seorang teman yang memberikan buku-buku bekasnya kepadaku. Aku memilah-milah buku-buku bekas itu dan aku menemukan sebuah buku folio bercover kotak-kotak biru, dan ketika aku membuka buku itu ternyata baru beberapa lembar saja dari buku itu yang sudah terpakai. Aku menyobek bebrapa lembar yang sudah terpakai itu, dan membuat buku itu sebagai buku RHMku.
Aku merasa sangat senang ketika mendapatkan buku itu, tapi juga merasa sangat tertegur, sepertinya pada saat itu Tuhan berkata seperti ini: "Ini Aku berikan kamu buku folio yang kamu minta Ling, sekarang tidak ada alasan lagi ya untuk tidak membuat RHMmu, ayo buatlah. :)"
Teman-teman, ketika kita membutuhkan sesuatu mintalah kepadaNya, Ia sanggup dan pasti akan memenuhi segala kebutuhan kita, apapun itu, baik kebutuhan yang besar maupun kebutuhan yang kecil-kecil seperti buku ataupun bolpen atau juga karet rambut. Bergantunglah padaNya :)
Definisi tentang Allah yang adalah Pemberi ini aku dapatkan saat mengikuti Retreat Pemulihan, tema sesi pada saat itu adalah 'Mengenal Hati Bapa'.
Kali ini aku akan menceritakan pengalamanku dengan Tuhan, tentang bagaimana aku mengalami sifat pemberi Nya, bagaimana aku mengalami jaminan jawaban doa Nya, dan bagaimana aku mengalami pemenuhan kebutuhan dariNya.
Saat itu aku membutuhkan buku folio untuk menulis Rencana Hidup Murid(RHM), aku mendoakan itu kepada Tuhan. Aku tau untuk sebuah buku folio harganya tidaklah mahal, namun ketika aku memiliki uang, selalu saja ada hal yang lebih mendesak atau yang lebih penting dari sekedar buku folio, karena aku berpikir bahwa aku masih bisa menulis RHMku di kertas folio atau di buku tulis biasa. Ya, aku mulai membuat RHMku di selembar kertas folio dan menyimpannya, tapi aku tidak membuatnya dengan sungguh-sungguh, tidak mengevaluasi RHMku, dan akhirnya RHMku hilang. Sungguh aku menyadari kemalasanku ini, dan merasa bersalah pada Tuhan. Tuhan sangat sering menegurku lewat saat teduhku, Ia mau supaya aku mulai membuat RHMku lagi dengan sungguh-sungguh, dan aku pun mengambil penerapan untuk membuat RHM dengan lebih sungguh-sungguh. Tapi, lagi-lagi karena kemalasanku, aku menunda-nunda untuk melakukan penerapanku ini. Sampai pada waktu yang cukup lama dan aku masih belum membuat RHMku, Tuhan memberiku jawaban dari doaku yang sudah lama aku doakan dan sudah lama juga tidak ku doakan lagi, Dia memberiku buku folio tanpa aku harus membelinya. Aku mendapatkannya dari seorang teman yang memberikan buku-buku bekasnya kepadaku. Aku memilah-milah buku-buku bekas itu dan aku menemukan sebuah buku folio bercover kotak-kotak biru, dan ketika aku membuka buku itu ternyata baru beberapa lembar saja dari buku itu yang sudah terpakai. Aku menyobek bebrapa lembar yang sudah terpakai itu, dan membuat buku itu sebagai buku RHMku.
Aku merasa sangat senang ketika mendapatkan buku itu, tapi juga merasa sangat tertegur, sepertinya pada saat itu Tuhan berkata seperti ini: "Ini Aku berikan kamu buku folio yang kamu minta Ling, sekarang tidak ada alasan lagi ya untuk tidak membuat RHMmu, ayo buatlah. :)"
Teman-teman, ketika kita membutuhkan sesuatu mintalah kepadaNya, Ia sanggup dan pasti akan memenuhi segala kebutuhan kita, apapun itu, baik kebutuhan yang besar maupun kebutuhan yang kecil-kecil seperti buku ataupun bolpen atau juga karet rambut. Bergantunglah padaNya :)
FIRST POST
09.23 | Posted by Unknown
Setelah sekian lama gak ngurusin blog, akhirnya bikin blog baru nih. Kali ini alasan bikin blog ini adalah untuk journaling, ini penerapan PA(Pendalaman Alkitab) ku. Aku akan berbagi perasaanku, kejadian-kejadian berharga dalam hidupku, dan bagaimana aku mengalami sifat-sifat Allah setiap harinya. Semoga tulisan-tulisanku tidak hanya bermanfaat untuk diriku sendiri, tapi juga untuk teman-teman yang membacanya. Gbu :)
Langganan:
Postingan (Atom)











